Youtuber Joseph Paul Zhang, Mengaku Nabi ke-26 dan Hina Nabi Muhammad

  


Seorang Youtuber mencuri perhatian publik karena sensasinya yang dianggap menista agama Islam. Youtuber bernama Jozeph Paul Zhang, mengaku nabi ke-26 setelah Nabi Muhammad. 

Penghinaan itu disampaikan Jozeph Paul Zhang dalam sebuah video Youtube miliknya. Adapun video tersebut berdurasi sangat panjang, yakni tiga jam lebih.

Tak hanya itu mengaku nabi ke 26, Jozeph Paul Zhang bahkan menghina Nabi Muhammad.

“Yang bisa laporin gua ke polisi, gua kasih uang lo. Yang bisa laporin gua penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Josep Fauzan Zhang, meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabululllah,"

Jozeph bahkan berjanji memberikan uang Rp1 juta kepada siapa saja yang bisa melaporkannya ke polisi.

"Kalo Anda bisa laporan atas penistaan agama, gua kasih loh satu laporan Rp1 juta, maksimum 5 laporan supaya jangan bilang gua ngibul kan. jadi kan 5 juta, di wilayah polres berbeda,” tutur Jozeph dalam video tersebut, Sabtu (17/4/2021).

Bahkan, Jozeph juga melecehkan Allah SWT dengan menyebut Allah sedang dikunci di Ka’ba hingga menyinggung ibadah puasa.

Video penistaan agama ini, terlihat dalam unggahan akun YouTube Jozeph Paul Zang dengan judul ‘Puasa Lalim Islam, yang disiarkan langsung pada Sabtu (17/4).

menilai pengakuan Jozeph Paul Zhang (JPZ) sebagai nabi ke-26, menghina Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam dalam akun Youtubenya, sudah jelas merupakan tindakan penistaan. Karena pernyataannya sangat panjang dan menyentuh beragam isu seputar ajaran Islam.


"Menurut saya itu sudah bukan lagi dugaan, itu sudah jelas penistaan karena pernyataannya panjang dan menyentuh beragam isu yang semuanya atau sebagian besarnya adalah penistaan. Baik itu agamanya, simbol agamanya, tokoh agama," kata HNW saat dihubungi, Minggu (18/4/2021). Baca juga: Pria Mengaku Nabi Diduga Berada di Luar Negeri, Mabes Polri: Sedang Diburu


HNW menilai, pernyataan JPZ itu sesuatu yang harusnya memang diberikan sanksi hukum, karena Indonesia merupakan negara hukum yang mempunyai prinsip-prinsip yang harus ditegakkan bersama. Sehingga, yang paling utama adalah segera dilakukan proses dan diberikan sanksi hukum kepada yang bersangkutan. "Saya apresiasi Polri yang sudah bekerja sama dengan Interpol menangkap yang bersangkutan karena yang bersangkutan sedang berada di luar negeri sekarang," ujar Wakil Ketua Majelis Syura PKS itu. Baca juga: Menista Ajaran Islam, Fraksi PKS Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang


Soal perlu tidaknya akun JPZ di-suspend oleh pihak Youtube, menurut HNW, itu merupakan kewenangan pihak Youtube dan media sosial (medsos) terkait. Dan biasanya mereka memiliki mekanisme sensor atas konten-komten yang sifatnya melecehkan atau mengandung perilaku radikalisme. "Tapi kan biasanya lembaga itu ada sensor untuk kemudian men-suspend konten-konten yang menghadirkan pelecehan terhadap nilai yang disepakati atau menghadirkan perilaku yang kategorinya radikalisme dan kemudian dilakukan suspend," terangnya.


Namun demikian, anggota Komisi VIII DPR ini mengimbau kepada seluruh umat Islam agar tidak terprovokasi atas segala pernyataan JPZ ini. Serahkan semua pada Polri, dan ini jadi momentum polisi membuktikan bahwa mereka menegakkan hukum secara adil. "Saya juga mengimbau umat Islam agar tidak terprovokasi, agar ini diserahkan kepada Polisi. Agar polisi benar-benar melaksanakan hukum secara adil, dan inilah salah satu momentum yang bisa dipergunakan oleh polisi menegakkan hukum secara adil dan tidak tebang pilih," imbau HNW.